Wednesday, May 9, 2018

Custard Pie Alias Pie Susu Alias Tart Susu Alias Kue Lontar


Hhhmmm.... kue ini banyak amat namanya... hahahaha.... Selain banyak nama, kue ini juga banyak penggemarnya! Rasa topping yang manis legit aroma wangi susu, berpadu dengan base yang gurih butter. Tapi aku gak begitu suka yang dijual sebagai "pie susu bali", mungkin karena terlalu tipis baik base maupun toppingnya, sehingga gak begitu berasa, sudah gitu, mahal pula! Hahaha... Beda dengan custard pie yang sebenarnya, base tebal, topping tebal... ini bikin "sekali gigit langsung berasa".

Bahan pie:
250 gr tepung terigu protein rendah, supaya kriuk
125 gr mentega (aku pakai Blueband)
1 sdm gula halus (aku pakai gula pasir yang diblender)

Bahan custard:
3 kuning telur
200 gr susu kental manis yang dilarutkan ke 100 ml air hangat (aku ganti dengan 100 ml air hangat + 3 sdm susu bubuk plain + 4 sdm gula pasir, karena kebetulan stock susu kental manis sedang habis... hehehehe... masak kue kali ini memang gak direncanakan sebelumnya)

Cara membuat:
1. Campur semua bahan pie, aduk dengan garpu atau pengaduk khusus untuk pie sampai tercampur rata.

2. Olesi loyang pie dengan mentega.

3. Masukkan adonan pie ke loyang, padatkan dengan ditekan-tekan memakai tangan. Padatkan hingga ke tepinya, lalu tusuk-tusuk dengan garpu seperti gambar dibawah ini.


4. Nyalakan oven pada suhu 150 derajat C.

5. Cara membuat custard: campur susu dan air aduk rata, lalu biarkan sejenak hingga agak dingin bersuhu ruang. Setelah itu masukkan kuning telur, aduk rata dengan sendok saja.

6. Tuang larutan susu custard ke dalam kulit pie, jangan sampai penuh, karena ketika dipanaskan dia akan mengembang naik, dan tumpah jika terlalu penuh. Sisakan kurang lebih 1.5 cm ruang kosong dari atas adonan.

7. Panggang selama 1 jam atau sampai tepian custard agak gosong.

TIPS: Lepaskan pie dari cetakannya jika sudah dingin, karena kalau masih panas pie cenderung protol.

Wednesday, March 28, 2018

Choux Pastry (Kue Soes)


The best choux pastry ever!
Itulah yang saya katakan pada diri saya ketika mencoba soes ini pertama kalinya. Soesnya gurih, namun tidak asin. Vlanya lembut, tidak kenyal, namun aromanya menggoda selera dan sangat buttery!

Oiya, soes di foto ini saya beri tambahan topping tiramisu yang bisa dibeli di toko-toko bahan kue. Topping tiramisu ini memperkaya rasa soes. Tapi anak saya tidak begitu menyukainya, karena kata dia rasanya jadi kacau. Dia lebih memilih untuk menggunakan satu saja: vla atau topping.

Bahan Choux: 
250 ml air
120 gr mentega
180 gr tepung terigu protein
1/2 sdt garam (bisa dikurangi kalau gak begitu suka asin)
1/4 sdt baking powder
40 gr keju parut
3 butir telur

Cara Membuat Choux:
1. Campur terigu, garam, baking powder, dan keju dalam satu wadah, aduk rata, sisihkan.
2. Campur air dan mentega di panci, sebaiknya gunakan panci dengan dasar yang tebal. Rebus air hingga mentega lumer seluruhnya, lalu kecilkan api, masukkan bahan 1 ke dalam air, aduk-aduk hingga rata dan kalis (adonan tidak menempel lagi di panci). Matikan kompor, angkat panci, biarkan hingga sama dengan suhu ruang.
3. Jika adonan sudah bersuhu ruang, masukkan telur ke dalam adonan, lalu aduk menggunakan sendok kayu dengan cepat hingga adonan kalis. Siapkan loyang, alasi dengan kertas roti atau olesi dengan mentega tipis-tipis saja. Setelah itu adonan siap untuk dicetak di atas loyang menggunakan 2 sendok atau pakai pipping bag, bisa juga dengan spuit jika ingin bentuk soes yang lebih cantik.
4. Panaskan oven hingga panas. Jika menggunakan oven listrik, gunakan suhu 180 derajat C. Panaskan lebih kurang 5 menit, lalu masukkan loyang berisi adonan, oven selama kurang lebih 35 menit.

Tips: tutup oven jangan dibuka selama proses pemanggangan. Karena ini akan membuat soes jadi mengempis dan tidak mau mengembang lagi.

Satu resep ini bisa jadi sekitar 10 kue soes ukuran sedang. Soes bisa diisi vla atau ragout, suka-suka saja.

Bahan Vla:
4 butir kuning telur
50 gr maizena
100 gr gula halus (saya pakai gula pasir yang diblender sendiri)
500 ml susu cair (saya pakai susu bubuk plain yang diseduh air panas)
50 gr mentega
4 sdm rhum (optional, non halal. Jika anda tidak mengonsumsi rhum sebaiknya mengganti ini dengan vanila cair. Bahan ini digunakan untuk memperkaya aroma vla dan menghilangkan bau telur)

Cara Membuat Vla:
1. Di wadah campur maizena dan gula halus, lalu tambahkan kuning telur, aduk dengan cepat menggunakan sendok hingga rata.
2. Rebus susu dengan api kecil hingga mendidih. Lalu matikan api.
3. Ambil kira-kira 4 sendok sayur susu panas, masukkan ke adonan maizena, lalu aduk dengan cepat menggunakan sendok, hingga tercampur rata. Pada tahap ini aduklah adonan dengan cepat supaya kuning telur tidak sempat memadat karena terkena susu panas.
4. Masukkan adonan nomor 3 ke dalam panci susu, lalu panaskan kembali dengan api kecil hingga menjadi adonan pasta yang kental. Matikan api.
5. Masukkan mentega ke dalam adonan di atas, aduk dengan cepat hingga mentega leleh seluruhnya dan menyatu dengan adonan.
6. Diamkan hingga tidak berasap lagi. Jika sudah tidak berasap masukkan rhum atau vanila cair, aduk rata. Lalu masukkan ke dalam kulkas, siap digunakan untuk mengisi soes, pie, atau kue yang lain.

Tuesday, February 13, 2018

Mandai Goreng Tepung Dan Sambal Mandai

Asyiknya tinggal di berbagai tempat yang berbeda itu adalah terbukanya kesempatan untuk mencicipi dan mencoba membuat berbagai masakan tradisional. Aku sudah mengalaminya... seneng banget rasanya! Salah satunya adalah pengalaman baru yang sangat menarik dengan buah cempedak!

Sewaktu aku di Sidoarjo, aku sering lihat buah cempedak ini di sebuah supermarket besar dekat rumahku, tapi aku gak pernah ingin membelinya karena waktu itu aku masih bertarung dengan diabetes yang menurutku "mengganas". Hanya baunya saja yang kutangkap seperti gabungan durian dan nangka... Wangi sekali!

Nah, terdorong oleh keinginan suamiku, dua minggu lalu di Kuala Enok sini aku membeli cempedak dua buah. Ketika masih memilih-milih cempedak, ada seorang pembeli juga yang nyamperin aku, dia cerita tentang cempedak yang kulitnya bisa dimakan, namanya "mandai". Dia bilang gini: "kulit cempedak direndam air garam lalu digoreng." Sudah gitu aja... wah... menurutku ini pengetahuan yang sangat kurang tapi memancing keingintahuan yang lebih lanjut! Kan belum tahu tuh: garamnya seberapa, airnya seberapa, direndamnya berapa lama, cara gorengnya bagaimana... ah.. pertanyaannya kebanyakan! Daripada dicap cerewet, mending aku cari tahu sendiri di internet. Oiya, dia juga menambahkan kalau ini adalah masakan trasisional suku Banjar.

Sepulangnya aku langsung gugling. Ketemu deh caranya! Begini: kulit cempedak yang bejerubut itu setelah dipotong, dibersihkan, dan dicuci, lalu diberi garam. Kira-kira untuk 1 buah cempedak garamnya 7 sendok munjung. Lalu masukkan ke stoples plastik atau kaca (untuk perendaman dengan garam hindari pakai alat dapur dari logam ya... bisa berkarat), setelah itu tuang dengan air sampai terendam semua, lalu bagian atas air itu ditaburi garam lagi kira-kira 1 sendok makan. Nah setelah itu tutplah stoples dan diamkan kira-kira 3 hari sampai dia terfermentasi. Kalau sudah 3 hari bisa diolah jadi macam-macam hidangan. Dalam kondisi dalam stoples ini mandai bisa tahan sampai 3 minggu. Sampai saat ini aku sudah mengolah mandai jadi dua macam masakan: goreng tepung dan sambal.



Cara membuat mandai goreng tepung:
Iris tipis mandai yang sudah terfermentasi, cuci dulu sampai air cucian jadi bening. Pencucian ini sekaligus untuk mengurangi kadar garam supaya masakan gak terlalu asin.
Siapkan tepung terigu kering. Guling-gulingkan mandai di tepung sampai agak tebal dan seluruh bagian tertutup tepung, goreng sampai krispi. Makannya bisa dicocol saus sambal.


Cara membuat sambal mandai:
Mandai yang sudah terfermentasi diiris tipis, lalu cuci hingga air cucian bening. Goreng hingga kering tapi tidak gosong.
Siapkan: cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan sedikit terasi. Goreng semua bahan ini hingga harum, angkat dari wajan, lalu tiriskan dari minyaknya. Uleg semua bahan sambal ini, lalu campurkan ke mandai goreng. Boleh diberi sedikit minyak bekas menggoreng bahan sambal supaya lebih sedap aromanya.

Selamat menikmati ^_^

Monday, July 25, 2016

Ayam Suwir Traveling


Ayam suwir adalah salah satu makanan favorit anak saya. Kami biasa membawanya sebagai bekal ketika traveling, karena rasanya enak, gurih, mantap berempah, dan makannya praktis, makan dengan cara seperti makan burger pun bisa. Berikut ini resepnya:

Bahan:
1 kg ayam, rebus, pisahkan dari tulang lalu suwir halus
200 ml minyak goreng
7 lembar daun jeruk
1 sdt merica bubuk (atau sesuai selera)
1 sdm garam (atau sesuai selera)

Bumbu berikut ini dihaluskan bersamaan:
10 siung bawang putih
10 siung bawang merah
1 pala iris halus
1 sdm munjung ketumbar
Sejumput jintan

Cara membuat:
Campur ayam yang sudah disuwiri dengan bumbu halus, aduk rata. Panaskan minyak goreng di wajan, masukkan ayam suwir, tambahkan daun jeruk, merica, garam. Lalu goreng sambil diaduk-aduk terus sampai ayam kecoklatan dan agak krispi. Mungkin sekitar 20-25 menit lama menggorengnya jika pakai api sedang. Matikan api kompor.

Siapkan nampan/baskom dengan selembar kertas tisu penghisap minyak (bisa juga pakai kertas HVS, tapi jangan tisu biasa karena akan gampang sobek), lalu angkat ayam suwir dari wajan, tiriskan minyaknya, lalu letakkan di nampan/baskom yang telah disiapkan dengan kertas tisu tadi, sebar ayam suwir diatas kertas tisu, biarkan sampai dingin, lalu masukkan wadah kedap udara supaya ayam suwir lebih awet. Siap dihidangkan dengan nasi hangat dan sambal cabe hijau... Sedapnyaaa....!

Friday, November 13, 2015

Rujak Cireng dan Cireng Keju


Bikin rujak cireng sendiri yuk... bebas MSG! Dan bebas pengawet! Rasanya enak, teksturnya garing di luar, empuk di dalam, dan mekar! Saya pernah nyoba masak ini siang hari, lalu saya simpan sampai malam juga masih garing.

Dan kalau mau bikin untuk stock, bikinlah sekitar 2-3 resep, lalu ketika jadi adonan yang siap goreng, bulat-bulatkan dengan 2 sendok makan, lalu gulingkan di atas tepung kanji hingga tebal, tujuannya supaya dia tidak lengket dengan bola-bola cireng lainnya. Lalu simpanlah dalam wadah, letakkan di freezer.

Bahan biang:
100 gr tepung tapioka 
3 sdm tepung terigu
3 siung bawang putih halus atau 1 sdm bubuk bawang putih
Garam secukupnya (kira-kira 3/4 sdm)
400 ml air/santan

Bahan kering:
200 gr tepung tapioka
2 sdm tepung terigu
2 batang bawang prei
1 sdm bawang merah goreng

Kalau mau bikin cireng keju, hanya perlu mengganti bahan keringnya saja menjadi seperti ini:
200 gr tepung tapioka
100 gr keju parut
Cara membuatnya sama saja dengan cireng biasa

Cara membuat:
1. Campur bahan kering, aduk rata, sisihkan

2. Campur bahan biang, aduk rata, lalu masak di api kecil hingga jadi adonan yang kental seperti di wadah kiri gambar di bawah ini

3. Campur bahan biang yang telah dimasak ke dalam bahan kering. Perhatikan: campurlah ketika adonan biang masih panas. Lalu aduk-aduk dengan garpu atau sendok kayu hingga rata. Setelah rata uleni dengan tangan hingga jadi adonan yang tercampur seperti gambar di bawah ini. Tidak perlu sampai kalis, asal sudah mencampur saja. Ingat, adonan terasa hangat di tangan, hati-hati.

4. Panaskan minyak kelapa di wajan, lalu sendoki adonan dengan 2 sendok makan, bulat-bulatkan memakai sendok, lalu masukkan ke dalam penggorengan, goreng hingga bagian luarnya kering. Tidak perlu menunggu cireng kecoklatan, karena memang tidak perlu memasaknya hingga kecoklatan :)

Bumbu rujak:
250 gr gula jawa yang bagus dan bersih, dicincang
4 buah cabe rawit
1 sdt terasi matang
1/4 sdt garam
50 ml air matang

Cara membuat bumbu rujak:
Campur semua bahan di atas, uleg hingga halus dan rata. Tidak perlu dimasak ya... kecuali jika ingin awet sampai berminggu-minggu, maka setelah diuleg bumbu rujak harus dipanaskan hingga mendidih.

Rujak cireng siap dinikmati!

Oiya, cireng keju biasanya tidak dinikmati sebagai rujak cireng ya... kayaknya kok bakal aneh rasanya kalau makan "rujak cireng keju" ... hahahaha....

Friday, October 2, 2015

Cake Pisang


Cake pisang ini bahannya hanya 5! Itu sebabnya aku pilih untuk mengajar memasak teman-teman di pedalaman sini. Bahan yang sederhana, dimana pun ada, namun bisa menyajikan hidangan yang variatif tentulah sesuatu yang sangat ideal untuk diajarkan.

Bahan:
4 buah pisang ambon, haluskan dengan garpu, jangan diblender karena tektur pisangnya akan kurang berasa
4 butir telur
100 gr gula pasir
200 gr tepung terigu serbaguna
120 gr mentega, lelehkan, gunakan setelah bersuhu ruang

Cara memasak:
Nyalakan oven. Olesi loyang dengan mentega.
Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang, kental, dan putih berjejak. Masukkan pisang, aduk rata dengan spatula, lalu masukkan terigu, aduk hingga rata. Terakhir masukkan mentega leleh, aduk hingga rata dengan gerakan memasukkan udara ke dalam adonan.
Masukkan ke loyang, oven dengan suhu 170 derajat celcius selama 20 menit, lalu buka pintu oven, keluarkan loyang sedikit saja, tidak perlu mengeluarkan dari oven, irislah bagian tengah cake memanjang. Ini untuk memberi ruang untuk mekarnya cake. Lakukan ini dengan cepat, lalu masukkan ke dalam oven kembali, panggang lagi hingga 20 menit.
Matikan kompor, keluarkan cake dari loyang, dinginkan, siap dinikmati dengan teh hangat di sore hari.... yummy!!