Monday, July 25, 2016

Ayam Suwir Traveling


Ayam suwir adalah salah satu makanan favorit anak saya. Kami biasa membawanya sebagai bekal ketika traveling, karena rasanya enak, gurih, mantap berempah, dan makannya praktis, makan dengan cara seperti makan burger pun bisa. Berikut ini resepnya:

Bahan:
1 kg ayam, rebus, pisahkan dari tulang lalu suwir halus
200 ml minyak goreng
7 lembar daun jeruk
1 sdt merica bubuk (atau sesuai selera)
1 sdm garam (atau sesuai selera)

Bumbu berikut ini dihaluskan bersamaan:
10 siung bawang putih
10 siung bawang merah
1 pala iris halus
1 sdm munjung ketumbar
Sejumput jintan

Cara membuat:
Campur ayam yang sudah disuwiri dengan bumbu halus, aduk rata. Panaskan minyak goreng di wajan, masukkan ayam suwir, tambahkan daun jeruk, merica, garam. Lalu goreng sambil diaduk-aduk terus sampai ayam kecoklatan dan agak krispi. Mungkin sekitar 20-25 menit lama menggorengnya jika pakai api sedang. Matikan api kompor.

Siapkan nampan/baskom dengan selembar kertas tisu penghisap minyak (bisa juga pakai kertas HVS, tapi jangan tisu biasa karena akan gampang sobek), lalu angkat ayam suwir dari wajan, tiriskan minyaknya, lalu letakkan di nampan/baskom yang telah disiapkan dengan kertas tisu tadi, sebar ayam suwir diatas kertas tisu, biarkan sampai dingin, lalu masukkan wadah kedap udara supaya ayam suwir lebih awet. Siap dihidangkan dengan nasi hangat dan sambal cabe hijau... Sedapnyaaa....!

Friday, November 13, 2015

Rujak Cireng dan Cireng Keju


Bikin rujak cireng sendiri yuk... bebas MSG! Dan bebas pengawet! Rasanya enak, teksturnya garing di luar, empuk di dalam, dan mekar! Saya pernah nyoba masak ini siang hari, lalu saya simpan sampai malam juga masih garing.

Dan kalau mau bikin untuk stock, bikinlah sekitar 2-3 resep, lalu ketika jadi adonan yang siap goreng, bulat-bulatkan dengan 2 sendok makan, lalu gulingkan di atas tepung kanji hingga tebal, tujuannya supaya dia tidak lengket dengan bola-bola cireng lainnya. Lalu simpanlah dalam wadah, letakkan di freezer.

Bahan biang:
100 gr tepung tapioka 
3 sdm tepung terigu
3 siung bawang putih halus atau 1 sdm bubuk bawang putih
Garam secukupnya (kira-kira 3/4 sdm)
400 ml air/santan

Bahan kering:
200 gr tepung tapioka
2 sdm tepung terigu
2 batang bawang prei
1 sdm bawang merah goreng

Kalau mau bikin cireng keju, hanya perlu mengganti bahan keringnya saja menjadi seperti ini:
200 gr tepung tapioka
100 gr keju parut
Cara membuatnya sama saja dengan cireng biasa

Cara membuat:
1. Campur bahan kering, aduk rata, sisihkan

2. Campur bahan biang, aduk rata, lalu masak di api kecil hingga jadi adonan yang kental seperti di wadah kiri gambar di bawah ini

3. Campur bahan biang yang telah dimasak ke dalam bahan kering. Perhatikan: campurlah ketika adonan biang masih panas. Lalu aduk-aduk dengan garpu atau sendok kayu hingga rata. Setelah rata uleni dengan tangan hingga jadi adonan yang tercampur seperti gambar di bawah ini. Tidak perlu sampai kalis, asal sudah mencampur saja. Ingat, adonan terasa hangat di tangan, hati-hati.

4. Panaskan minyak kelapa di wajan, lalu sendoki adonan dengan 2 sendok makan, bulat-bulatkan memakai sendok, lalu masukkan ke dalam penggorengan, goreng hingga bagian luarnya kering. Tidak perlu menunggu cireng kecoklatan, karena memang tidak perlu memasaknya hingga kecoklatan :)

Bumbu rujak:
250 gr gula jawa yang bagus dan bersih, dicincang
4 buah cabe rawit
1 sdt terasi matang
1/4 sdt garam
50 ml air matang

Cara membuat bumbu rujak:
Campur semua bahan di atas, uleg hingga halus dan rata. Tidak perlu dimasak ya... kecuali jika ingin awet sampai berminggu-minggu, maka setelah diuleg bumbu rujak harus dipanaskan hingga mendidih.

Rujak cireng siap dinikmati!

Oiya, cireng keju biasanya tidak dinikmati sebagai rujak cireng ya... kayaknya kok bakal aneh rasanya kalau makan "rujak cireng keju" ... hahahaha....

Friday, October 2, 2015

Cake Pisang


Cake pisang ini bahannya hanya 5! Itu sebabnya aku pilih untuk mengajar memasak teman-teman di pedalaman sini. Bahan yang sederhana, dimana pun ada, namun bisa menyajikan hidangan yang variatif tentulah sesuatu yang sangat ideal untuk diajarkan.

Bahan:
4 buah pisang ambon, haluskan dengan garpu, jangan diblender karena tektur pisangnya akan kurang berasa
4 butir telur
100 gr gula pasir
200 gr tepung terigu serbaguna
120 gr mentega, lelehkan, gunakan setelah bersuhu ruang

Cara memasak:
Nyalakan oven. Olesi loyang dengan mentega.
Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang, kental, dan putih berjejak. Masukkan pisang, aduk rata dengan spatula, lalu masukkan terigu, aduk hingga rata. Terakhir masukkan mentega leleh, aduk hingga rata dengan gerakan memasukkan udara ke dalam adonan.
Masukkan ke loyang, oven dengan suhu 170 derajat celcius selama 20 menit, lalu buka pintu oven, keluarkan loyang sedikit saja, tidak perlu mengeluarkan dari oven, irislah bagian tengah cake memanjang. Ini untuk memberi ruang untuk mekarnya cake. Lakukan ini dengan cepat, lalu masukkan ke dalam oven kembali, panggang lagi hingga 20 menit.
Matikan kompor, keluarkan cake dari loyang, dinginkan, siap dinikmati dengan teh hangat di sore hari.... yummy!!

Sunday, September 13, 2015

Bakpao Menul-menul


"Bu, saya ingin belajar bikin bakpao...." begitulah permintaan seorang teman di sini. Semasa tinggal di Sidoarjo, saya bikin bakpaonya selalu pakai tepung bakpao (tepung tang mien). Dengan tepung tang mien, teksture bakpao bisa empuk, dan warnanya putih cakep! Tapi.... tang mien di sini? Emang ada? Kalau diberi pemutih bakpao? Emang ada yang jual? Ah... beginilah hidup di pedalaman yang indah ini, banyak keterbatasan sarana. Bisa sih kalau mau belanja di Batam... tapi ya gitu deh... keburu nafsu belajarnya ilang duluan.

Lalu saya googling, berusaha mencari resep bakpao dengan bahan-bahan yang ada di sini. Nemulah ini, dengan sedikit modifikasiku. Isinya, karena di gudang bahan makanan hanya ada kacang merah, ya jadilah bakpao isi kacang merah ini. Yang jelas bakpao ini tanpa pemutih, tanpa bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Bahan pao:
280 gr tepung terigu protein rendah
140 gr tepung terigu protein sedang
3 sdm gula pasir
1/2 sdt garam halus
1 sdt baking powder
1 1/2 sdt ragi instant
250 ml susu hangat (bukan panas, tapi hangat-hangat kuku supaya ragi tidak mati)
1 sdm minyak kelapa (saya memakai minyak kelapa, bukan minyak sawit)

Bahan isi kacang merah:
250 gr kacang merah, rendam semalaman, lalu blender keesokan harinya
100 gr gula pasir
1 sdt vanili bubuk
1 sdm tepung terigu

Cara membuat isi:
Campur semua bahan isi, aduk rata, lalu masak diatas api sedang hingga air agak mengering, atau ketika diaduk hingga tampak dasar panci, adonan kacang merah tidak segera menutup dasar panci lagi. Angkat dari api, simpan di kulkas jika tidak segera digunakan pada hari itu juga.

Cara membuat pao:

  1. Campur terigu, gula pasir, garam, baking powder, ragi, aduk rata dengan sendok.
  2. Beri susu sedikit demi sedikit, sambil diuleni hingga rata.
  3. Masukkan minyak kelapa, lalu uleni hingga kalis sambil sesekali dibanting. Kalis artinya, adonan tidak lengket lagi jika dipegang dengan tangan, dan kalau dibentuk bola permukaannya tampak halus.
  4. Lalu masukkan adonan ke dalam waskom, tutupi dengan plastik cling wrap atau kain serbet bersih yang sudah dibasahi lembab saja (cek serbet, jangan sampai bau sabun). Diamkan selama kurang lebih 20 menit di suhu ruang.
  5. Setelah itu buka penutupnya, ambil adonan sebesar bola pingpong, bulatkan, lalu pipihkan, isi dengan bahan isian, lalu tutup, bulatkan kembali, letakkan pada kertas minyak atau daun pisang yang sudah dipotong lingkaran. Lakukan hingga adonan habis.
  6. Diamkan bakpao selama kurang lebih 20 menit, lalu masukkan ke kukusan yang sudah dipanaskan. Lapisi tutup kukusan dengan kain serbet bersih untuk menahan supaya air kukusan tidak jatuh ke bakpao. Kukus selama kurang lebih 15 menit. 


Bakpao menul-menul pun siap dihidangkan. Bahan isian bisa divariasikan sendiri, apakah mau pakai daging, sosis, tausa, kacang hijau kupas, atau kacang tanah, atau bahkan polosan saja tanpa isi, sama enaknya!

Jika mau isi daging ayam:
Bahan:
1 daging dada ayam, potong-potong dadu kecil
10 buah jamur shitake, rendam air panas hingga benar-benar lunak, lalu potong-potong dadu kecil
1 bawang bombay ukuran sedang, cincang
3 sdm kecap ikan
3 sdm kecap manis
1 sdt garam
1 sdm gula pasir
1/2 sdt merica putih
1 cangkir air

Tumis bawang bombay, masukkan ayam dan jamur, lalu semua bumbu, beri air, lalu masak hingga matang. Siap jadi bahan isi.

Bakpao isi daging ayam dan jamur


Betapa bahagianya murid-murid saya karena bisa membuat bakpao tanpa ribet, tanpa nguleni lama, dan dengan bahan yang ada di daerah pedalaman ini. Semoga ilmu masak ini berguna untuk perempuan di daerah pedalaman Riau ini. Amin.

Monday, September 7, 2015

Black Forest Tart


Beberapa hari lalu saya diminta teman untuk mengajarkan dia membuat black forest. Kami hidup di daerah pedalaman sekarang ini, syukurlah kami masih bisa menemukan bahan-bahannya, kecuali: cherry merah dan cherry hitam! Ya sudahlah, akhirnya, daripada black forest ini tak berwarna ceria, kami tambahkan apapun yang ada di kulkas: tomat cherry! Hahahaaa.... ini saya tuliskan resep black forest yang menggunakan cherry saja ya, supaya standard. Oiya, foto black forestnya sudah tidak utuh, karena sewaktu baru selesai dihias ternyata batere kamera saya habis, dan baru dapat asupan re-charge ketika kue sudah dipotong-potong.

Bahan:
8 butir telur
1 sdm emulsifier
200 gr gula pasir
1/4 sdt vanilla
40 gr maizena
100 gr terigu protein rendah/sedang
60 gr coklat bubuk
100 gr mentega, lelehkan dan dinginkan hingga suhu ruang

Hiasan:
500 gr krim kocok
100 gr dark cooking chocolate
10 buah cherry merah
1 kaleng cherry hitam, saring, pisahkan airnya
5 sdm essence rhum

Cara membuat:

  1. Siapkan 2 buah loyang ukuran 22x22x4 cm, olesi margarine, alasi kertas roti, oles lagi dengan margarine.
  2. Campur terigu, coklat bubuk dan maizena, aduk rata. 
  3. Kocok telur, gula dan emulsifier hingga mengembang, putih, dan kental.
  4. Masukkan campuran tepung, aduk hingga tercampur rata dengan menggunakan mixer kecepatan paling rendah. Masukkan mentega leleh, aduk rata.
  5. Tuang setengah adonan ke dalam satu loyang, lalu sisanya ke loyang yang lain. Oven hingga matang dengan suhu 180 C, selama 20-25 menit. Angkat, keluarkan dari loyang, dinginkan di rak pendingin. Setelah benar-benar dingin barulah dihias.

Hiasan:
Basahi satu lapis cake dengan essence rhum, oles dengan krim kocok, lalu atur belahan cherry hitam di atasnya. Tumpuk lapisan kedua di atasnya. Basahi lapisan atasnya dengan air cherry hitam.
Oles seluruh cake dengan krim kocok, hias dengan coklat. Semprotkan krim kocok di atasnya, hias dengan cherry merah.

Tuesday, November 11, 2014

Cake Keju Gouda


Keju gouda termasuk keju dengan aroma yang tajam, tidak begitu asin. Untuk membuat cake keju gouda sangat pas teksture dan aromanya. Cake ini, aroma keju goudanya sangat pas, dengan teksturenya yang lembut, empuk, tidak mengeras walaupun suhunya sudah suhu ruang. Membuatnya juga gampang.

Bahan:
200 gr mentega
125 gr gula pasir
1.5 sdt garam
3 butir telur
200 gr tepung terigu protein rendah atau sedang
1.5 sdt baking powder
50 gr keju gouda parut

Cara membuat:
1. Campur terigu dan baking powder hingga rata, sisihkan.
2. Kocok mentega, gula pasir, dan garam hingga mengembang dan memucat warnanya.
3. Masukkan telur satu butir, kocok hingga merata. Lalu lanjutkan satu butir lagi, kocok merata. Lalu masukkan telur terakhir, kocok hingga rata selama kurang lebih 5 menit dengan kecepatan tinggi.
4. Masukkan campuran terigu dan baking powder, kocok dengan kecepatan rendah hingga rata.
5. Terakhir, masukkan keju gouda, aduk rata dengan spatula.
6. Panaskan pan teflon, masukkan adonan ini pada lubang-lubangnya hingga 3/4 tingginya. Lalu tutup, masak sekitar 15 menit dengan api sedang, atau sampai kecoklatan dan tampak matang. Angkat, lalu taburi dengan keju gouda parut.

Selamat mencoba.

Oiya, waktu membuat cake ini saya menggunakan pan teflon seperti ini:


Karena sedang malas menggotong oven tangkring ke atas kompor, dengan pan ini bisa lebih hemat LPG juga. 

Tapi kalau tidak punya bisa dipakai oven dan loyang cake biasa.